Tangisan Pilu Ibu Melihat Anaknya Gantung Diri di Pohon Rambutan

BERITA RAKYAT – Masyarakat Kelurahan Watulambot Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulut,

terbuat gempar. Alasannya, seseorang lelaki yang dikenal bernama Frecky Jevta Gimon( 48) masyarakat setempat ditemui tewas dengan metode gantung diri.

Frecky memakai kabel listrik yang diikatkan di cabang tumbuhan rambutan.

   

Dari data yang dikumpulkan, pada Kamis( 28/ 1/ 2021), dekat jam 05. 00 Waktu indonesia tengah(WITA), orangtua korban wanita Syane Assa, masyarakat Minahasa bangun tidur setelah itu memandang korban terletak di samping rumah di dasar tumbuhan rambutan. Tetapi dirinya berpikir jika korban cuma membuang air kecil.

Merasa curiga, dirinya juga kembali memandang, nyatanya korban telah dalam kondisi gantung diri di tumbuhan rambutan pekarangan rumahnya.

Kaget dengan perihal tersebut, Syane berangkat memanggil anak anaknya ialah Michael Gimon serta Hentje Mea setelah itu langsung merendahkan korban.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban terlebih pemecahan dari seluruh kasus hidup yang kerapkali menghimpit. Apabila Kamu, sahabat, kerabat, ataupun keluarga yang Kamu tahu lagi hadapi masa susah, dilanda tekanan mental serta merasakan dorongan buat bunuh diri, sangat dianjurkan menghubungi dokter kesehatan jiwa di sarana kesehatan( Puskesmas ataupun Rumah Sakit) terdekat.

Dapat pula mengunduh aplikasi Sahabatku: https:// play. google. com/ store/ apps/ details? id=com. tldigital. sahabatku

Ataupun mendatangi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500- 567 yang melayani bermacam pengaduan, permintaan, serta anjuran warga.

Kamu pula dapat mengirim pesan pendek ke 081281562620, faksimili( 021) 5223002, 52921669, serta alamat pesan elektronik( surel) kontak@kemkes. go. id.

Diprediksi Depresi

Kapolres Minahasa AKBP Henzly Moningkey lewat Kasubbag Humas AKP Ferdy Pelengkahu menagatakan, grupnya bergerak kilat sehabis menemukan data terdapatnya peristiwa tersebut.

“ Menemukan laporan tentang peristiwa itu, anggota polisi langsung mengamankan posisi,” ucapnya.

Ia berkata, dari data keluarga, korban nekad mengakhiri hidupnya diprediksi sebab tekanan mental akibat penyakit asma. Ia pula tidak sempat berobat di sarana kesehatan.

“ Serta sehabis berkoordinasi, keluarga menolak buat dicoba otopsi terhadap jasad korban,” ucap Pelengkahu di Mapolres Minahasa.

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *