Tentara Myanmar Lepas Tembakan Peringatan ke Kapal Polisi Thailand

BERITA RAKYAT – Militer Myanmar melepaskan tembakan peringatan ke arah sebuah kapal sipil yang membawa para polisi perbatasan Thailand. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di area perbatasan sejak junta militer Myanmar berkuasa.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (24/4/2021), insiden itu terjadi di salah satu bagian Sungai Salween, yang memisahkan Thailand dan Myanmar, pada Kamis (22/4) waktu setempat. Otoritas Thailand dalam pernyataannya pada Sabtu (24/4) waktu setempat, menyebut insiden itu hanyalah kesalahpahaman.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Tanee Sangrat, tembakan peringatan digunakan untuk memberi sinyal kepada kapal-kapal soal pemeriksaan karena kurangnya metode koordinasi resmi di bagian Sungai Salween yang menjadi lokasi insiden ini.

   

“Itu sebuah kesalahpahaman, patroli polisi perbatasan Thailand menyewa sebuah kapal milik warga desa untuk membawa barang-barang dan mereka tidak memakai seragam,” sebut Tanee dalam penjelasannya.

“Pos pemeriksaan Myanmar lebih kapal melintas tanpa diperiksa, jadi mereka melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk memberi sinyal soal pemeriksaan dan kini kedua pihak sudah berbicara dan mencapai kesepahaman satu sama lain,” imbuhnya.

Keterangan seorang pemilik restoran di area tersebut, Jumi (49), menyebut bahwa tembakan dilepaskan ke dalam air di samping kapal tersebut di Sungai Salween. “Orang-orang sangat ketakutan oleh penembakan ini dan mereka tidak ingin menggunakan perahu mereka,” tuturnya.

Tembakan peringatan itu dilepaskan tentara Myanmar di dekat desa Tha Ta Fung, Provinsi Mae Hong Son, Thailand, dekat lokasi ribuan warga etnis Karen dari Myanmar melarikan diri dari gempuran udara militer bulan lalu.

Thailand mencegah sebagian besar dari mereka untuk memasuki wilayahnya dan puluhan ribu orang terpaksa bersembunyi di area hutan yang ada di sisi wilayah Myanmar. Kelompok-kelompok kemanusiaan menyebut militer Myanmar juga menembaki kapal-kapal yang membawa bantuan dalam beberapa pekan terakhir.

Juru bicara junta militer Myanmar belum memberikan komentarnya.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Thailand menyatakan bahwa seluruh badan di bawah kementeriannya dan Angkatan Bersenjata telah diinstruksikan untuk ‘bersiap menangani persoalan dan dampak dari situasi kekerasan dan pertempuran di area-area perbatasan’.

Dua sumber keamanan setempat menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden itu.

“Unit militer Myanmar khawatir soal kapal-kapal yang mengirimkan pasokan untuk rival-rival mereka di pihak lain jadi mereka memberi sinyal kepada kapal untuk pemeriksaan,” sebut salah satu sumber kepada Reuters, sembari menyebut otoritas Myanmar telah menggeledah kapal itu.

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *