TNI AL Tangkap 2 Kapal Ikan Asing Vietnam di Laut Natuna Utara

BERITA RAKYAT –  Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan Laut menangkap 2 kapal ikan asing( KIA) berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, Jumat 2 September 2020. Penangkapan tersebut bermula dari patroli Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan laut(AL) menggunakanb KRI John Lie- 358( KRI JOL 358).

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I( Guspurla Koarmada I) Laksamana Awal Tentara Nasional Indonesia(TNI) Dato Rusman dalam keterangannya mengantarkan kalau tidak terdapat keraguan buat menindak seluruh pelanggaran hukum di daerah laut Indonesia.

” Tidak terdapat keraguan buat melakukan penindakan seluruh wujud pelanggaran hukum yang terjalin di perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia, utamanya di daerah pertanggungjawaban Koarmada I, di antara lain merupakan pelanggaran IUU fishing di perairan Natuna Utara,” tegasnya dalam penjelasan tulis, Sabtu( 3/ 10/ 2020).

Patroli itu di dasar kendali pembedahan( BKO) Gugus Tempur Laut Koarmada I( Guspurla Koarmada I). Penangkapan 2 kapal asing itu bermula pada dekat jam 02. 00 Wib dini hari dikala regu mengetahui 2 kontak yang dicurigai kapal ikan asing yang lagi melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan Landas Kontinen Indonesia.

KRI JOL- 358 berupaya mendekati serta membenarkan kedua kapal tersebut lagi melaksanakan aktivitas penangkapan ikan. Menyadari KRI JOL- 358 mendekat, kedua kapal tersebut berupaya melarikan diri dengan tadinya berupaya mengelabui dengan mematikan seluruh lampu kapal, membebaskan jaring ke laut serta menaikkan kecepatan dan berpencar menghindar ke arah utara buat menjauhi KRI JOL- 358.

Komandan KRI JOL- 358 Kolonel Laut( P) Bagus Badari melakukan kedudukan tempur yang dilanjutkan dengan kedudukan pengecekan serta penggeledahan. Dalam proses pengejaran, KRI JOL- 358 melakukan prosedur dengan membagikan isyarat supaya KIA tersebut menyudahi, tetapi kedua KIA tidak mengindahkannya.

Sehabis dicoba pengejaran, kesimpulannya KIA sasaran yang dikejar KRI JOL- 358 bisa dihentikan serta Komandan KRI JOL- 358 memerintahkan buat merendahkan Regu VBSS ataupun Visit Board Search and Seizure dengan memakai Rubber Inflatable Boat( RIB) buat melakukan penangkapan serta pengecekan.

Dari hasil pengecekan dini diperoleh data kalau KIA Vietnam tersebut bernama BV0908TS dengan ABK 3 orang. Sehabis dapat memahami kondisi di KIA BV0908TS, KRI JOL- 358 berikutnya melaksanakan pengejaran kembali terhadap KIA kedua yang masih berupaya buat melarikan diri.

Penangkapan Berlangsung Lebih Satu Jam

Sehabis lebih dari satu jam KIA bernomor lambung BV4977TS dengan jumlah ABK 11 orang bisa dihentikan. Cocok prosedur, kedua KIA berbendera Vietnam tersebut dilaksanakan penggeledahan serta penyelidikan.

Dari pengecekan dini kedua KIA berbendera Vietnam tersebut diprediksi melaksanakan penangkapan ikan di Perairan Landas Kontinen Indonesia tanpa dilengkapi dokumen perizinan yang legal, dan memakai perlengkapan tangkap yang tidak cocok dengan ketentuan.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda Tentara Nasional Indonesia(TNI) Abdul Rasyid berkata Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan laut(AL) berkomitmen terus melakukan patroli kendati di tengah masa pandemi Covid- 19.

” Dikala ini masa pandemi Covid- 19 seluruh dalam suasana yang susah, tetapi dengan senantiasa disiplin pada protokol Kesehatan Covid- 19. Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan laut(AL) utamanya Koarmada I tidak sempat merubah komitmen, secara teratur serta terus menerus muncul di perairan Yurisdiksi nasional Indonesia buat menegakkan hukum serta kedaulatan Indonesia. Penangkapan 2 KIA berbendera Vietnam ini ialah salah satu bentuk nyata yang dikerjakan jajaran Koarmada I atas komitmen tersebut,” tegasnya.

Abdul Rasyid menyebut kedua ABK di kapal tersebut hendak ditilik lebih lanjut.” Kepada kedua kapal berbendera Vietnam BV0908TS serta BV4977TS beserta 14 ABK berikutnya dikawal mengarah Lanal Ranai buat dilaksanakan pengecekan lebih lanjut.

Kedua KIA berbendera Vietnam tersebut diprediksi melanggar Pasal 93 ayat( 2) Jo Pasal 27 ayat( 2) UU Nomor. 45 th 2009 tentang Perikanan disebabkan sudah diprediksi melaksanakan pelanggaran berbentuk mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara illegal.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *