WN Prancis Predator Anak Bunuh Diri di Sel Polda Metro, Ini Kata Psikolog

BERITA RAKYAT – FAC( 65), seseorang masyarakat negeri Prancis terdakwa pencabulan 305 anak di dasar usia, dinyatakan wafat dunia pada Minggu( 12/ 7). Polisi mengatakan FAC wafat dunia sehabis upaya percobaan bunuh diri di sel Polda Metro Jaya.

Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel angkat bicara terpaut kematian WN Prancis bernama samaran FAC( 65), terdakwa pencabulan anak yang diprediksi bunuh diri di sel Polda Metro Jaya. Bagi Reza, fenomena bunuh diri di golongan pelakon kejahatan kerap terjalin.

” Bunuh diri di golongan pelakon memanglah besar. Dekat 180 kali lebih besar daripada bunuh diri pada warga universal,” kata Reza dalam penjelasan kepada wartawan, Senin( 13/ 7/ 2020).

Ia berkata fenomena tersebut wajib jadi pelajaran kepada aparat penegak hukum ke depannya. Baginya, jangan hingga peristiwa tersebut kesekian serta malah mengusik proses penyelidikan yang tengah berlangsung.

Bagi Reza, pelakon kejahatan eksploitasi intim anak wajib ditatap bukan bagaikan pelakon tunggal, tetapi ialah bagian dari jaringan pedofilia internasional. Buat itu, sambung Reza, berarti untuk buat membenarkan kematian WN Prancis ini bukan dibunuh oleh jaringannya.

” Sebab kita butuh menyikapi pelakon eksploitasi intim anak bukan bagaikan lone wolf, melainkan bagaikan bagian dari jaringan pedofilia internasional. Hingga butuh ditentukan kalau pelakon bukan dibunuh oleh sindikat internasional tersebut,” papar Reza.

Lebih lanjut terpaut permasalahan pencabulan itu sendiri, Reza berkata para korban berhak memperoleh ubah rugi dari pelakon. Baginya lagi, beberapa negeri membagikan kompensasi bagaikan wujud sanksi atas kegagalan melindungi warganya.

” Korban eksploitasi berhak mendapatkan proteksi spesial dari negeri serta restitusi( ubah rugi) dari pelakon. Tetapi jika pelakon tidak sanggup, misalnya sebab mati, beberapa negeri memberlakukan kompensasi. Kewajiban membayar ubah rugi dialihkan kepada negeri. Ini ialah wujud sanksi atas kegagalan negeri melindungi warganya( kanak- kanak) dalam perihal ini,” sebut Reza.

FAC ditemui dalam keadaan leher terikat kabel di dalam sel tahanan pada Kamis( 9/ 7) malam kemudian. FAC kemudian dirujuk ke Rumah sakit Polri Kramat Jati serta diberikan perawatan, tetapi dinyatakan wafat dunia pada Minggu( 11/ 7) malam.

Yusri menyebut grupnya sudah mengecek petugas jaga dikala itu. Polisi pula melaksanakan rekonstruksi buat membenarkan peristiwa tersebut.

Tadinya, FAC ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak di dasar usia. Hasil penyelidikan polisi menciptakan terdapat ratusan video porno anak di dasar usia. Modusnya merupakan mengiming- imingi korban bagaikan fotomodel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *